Seminar yang melahirkan buku ini, merupakan tahap pertama dalam membicarakan Pancasila sebagai Ideologi dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dipandang perlu didahulukan dalam rangka mencari titik temu yang dapat dipakai untuk mendukung penyamaan atau penyerasian orientasi, persepsi dan penghayatan terhadap Pancasila sebagai Ideologi dalam berbagai bidang k…
Buku ini tersusun dari rangkaian Seminar Peta Jalan Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan, dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Seminar ini terdiri dari empat seri, yang masing- masing mencoba menguraikan sila-sila dalam Pancasila dikaitkan dengan kontekstualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Fenomena kemunculan golongan putih atau Golput di Indonesia sejak tahun 1971 dan perkembangannya hingga kini jelas merupakan suatu dimensi sejarah politik kita yang menarik untuk diamati dan dianalisis.
Maulwi Saelan digembleng dan didewasakan oleh revolusi fisik sejak 1945. Pengalaman pertamanya bertempur, memimpin teman-temannya pemuda pelajar Makassar gempur Hotel Impress uang dijadikan markas besar Nica, hanya dengan menggunakan senjata tradisional. Berangsur-angsur mereka berhasil merebut senjata dari serdadu Belanda
Masa depan diplomasi Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang kompleks di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Kumpulan rekomendasi kebijakan ini, yang disusun oleh peserta Sekolah Diplomasi Luar Negeri Indonesia (SEKDILU) XXXVIII, Buku I, bertujuan untuk membantu merumuskan strategi diplomasi Indonesia yang lebih efektif dan relevan dalam menghadapi perkembangan dunia y…
Buku berjudul Jendral pemikir dan diplomat ini merupakan bingkisan ulang tahun bagi bapak Hasan Habib yang telah memasuki usia ke-75 dengan semangat yang tinggi dan gairah besar untuk melalukan kegiatan pengkajian dan analisa serta perdebatan dan diskusi mengenai berbagai persoalan strategi dan hubungan internasional.
Buku ini mengulas proses perubahan dari entitas "Negara Indonesia Timur" menuju konsepsi yang lebih inklusif, yaitu "Republik Indonesia Serikat." Melalui lensa sejarah yang tajam, buku ini membongkar lapisan-lapisan kompleksitas politik, budaya, dan sosial yang membentuk perjalanan ini. Buku ini memandu pembaca melalui perubahan makro dan mikro yang terjadi selama transisi ini, dari peran pemim…
Buku ini tidak hendak menunjukkan bagaimana media-massa menjadi medium yang tidak netral, atau bagaimana ia dikooptasi oleh oknum-oknum oilgarki tertentu sebagaimana yang sudah jenuh kita dengar sehari-hari. Buku ini justru mencoba menyibak misteri mediasi-massal demokrasi ini, yaitu di spesifisitas bentuk dan isi dari demokrasi yang dimediasi-massal tersebut.
Buku ini menyandang gelar" Winner of the American Political Science Association's Gladys M. Kammerer Award for the best political science publication in 1987 in the field of US. national policy." Tidak mengherankan bila di Amerika Serikat, begitu terbit, buku ini langsung dijadikan salah satu buku teks pilihan dalam kuliah Etika Politik Pejabat Negara. Namun buku ini, untuk kita di Indonesia ba…
Naiknya Habibie menjadi Wakil Presiden pada Maret 1998, tidak bisa lepas dari andil Prabowo. Pada 1988, dia bersama Kivlan Zen telah terlibat dalam gerakan menolak Jenderal L.B. Moerdani untuk maju sebagai Wakil Presiden, dan mendukung kelompok Habibie. Tapi, tidak lama setelah menggantikan kursi Soeharto, Habibie merasa cemas akan adanya kudeta yang dilakukan oleh Prabowo.