Buku ini membahas terjadinya Persetujuan Renville tertanggal 17 Januari 1948 dan kesulitan-kesulitan yang timbul untuk melaksanakan keputusan-keputusan tersebut pada perundingan-perundingan antara Republik dan Negeri Belanda.. Negeri Belanda menduga akan dapat memaksakan suatu pe- mecahan dari kemacetan ini dengan menggerakkan suatu aksi mi- liter, yang pada akhirnya memukul dengan kerasnya ked…
Pada tanggal 7 Mei 1949, Menteri Luar Negeri Belanda, Dirk Jan de Geer, menyampaikan Pernyataan Rum-Van Roijen di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang merupakan salah satu langkah penting dalam mengakhiri perang kemerdekaan Indonesia dan mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam kebijakan Belanda terkait Indonesia dan…
Kajian mendalam mengenai perkembangan kebijakan luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga pertengahan tahun 1960-an. Penulis mengulas dinamika diplomasi Indonesia dalam menghadapi persoalan internasional seperti perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hubungan dengan negara-negara Barat dan blok Timur, peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika, serta pembentukan identitas politik lu…
Buku ini merupakan kajian mendalam oleh Ide Anak Agung Gde Agung mengenai Perjanjian Renville, yang dipandang sebagai titik balik penting dalam perundingan politik antara Indonesia dan Belanda pada masa Revolusi Kemerdekaan. Melalui analisis historis dan diplomatik, penulis menguraikan proses negosiasi, dinamika politik, serta konsekuensi yang muncul dari perjanjian tersebut bagi posisi Republi…
Buku ini membahas proses perubahan bentuk kenegaraan Indonesia pada masa awal kemerdekaan, khususnya peralihan dari Negara Indonesia Timur (NIT) menuju pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Penulis menguraikan latar belakang politik, dinamika perundingan, serta hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka federalisme yang diterapkan Belanda pada periode 1945–1950. Melalu…
Buku ini membahas tentang persetujuan Linggajati yang ditanda tangani pada tanggal 25 Maret 1947. Buku ini juga terdapat epilog tentang persetujuan Linggajati dengan harapan buku ini dapat disimak secara luas baik arti dan maknanya dari peristiwa persetujuan Linggajati oleh masyarakat.
Memoir ini bukan suatu karya untuk mengungkapkan dan menggambarkan perkembangan masa lampau, namun demikian, memoir yang merupakan kenangan pribadi ternyata dapat mengungkapkan dengan baik sekali perkembangan sosial dan politik pada Zaman Kolonial Hindia Belanda pada waktu itu di Bali. Penulis yang masa kanak-kanak dan remaja hidup di lingkungan Puri Agung Gianyar yang feodal, dapat menyaksika…
The Renville Agreement represents a pivotal moment in the negotiations between the Netherlands and Indonesia during the Indonesian National Revolution. This compilation examines the historical context, key events, and the significance of the Renville Agreement as a turning point in the Netherland-Indonesian negotiations. The compilation explores the background of the Indonesian National Revolut…
This book relates the circumstance that led to the establishment of the State of East Indonesia on December 24, 1946 following the Den Pasar Conference, Bali, and her political, economic, social and cultural policies until her dissolution on August 16, 1950 when the United States of Indonesia of which the State of East Indonesia was an integral part, was disbanded on August 15, 1950 through a p…
Buku ini mengulas proses perubahan dari entitas "Negara Indonesia Timur" menuju konsepsi yang lebih inklusif, yaitu "Republik Indonesia Serikat." Melalui lensa sejarah yang tajam, buku ini membongkar lapisan-lapisan kompleksitas politik, budaya, dan sosial yang membentuk perjalanan ini. Buku ini memandu pembaca melalui perubahan makro dan mikro yang terjadi selama transisi ini, dari peran pemim…