Text
Kidung angklung di tanah Persia: Kumandang Indonesia Raya di negeri para Mullah
Miftah berlari mengejar perempuan itu. Pada situasi seperti ini, tak ada peluang yang disebut kecil. Nasib seluruh perjalanan kami dipertaruhkan. Nasib bangsa dipertanggungjawabkan. Tim angklung yang paling tampil di banyak tempat. Tim angklung yang akan memperdengarkan dua lagu bangsa. Khanum bebakhsyid ujar Miftah menyela. Perempuan itu berhenti, matanya mengernyit curiga. Melihat mimik mukanya Miftah ingat terpaksa mendampingi seorang kawan mencoba menyapa perempuan Suriah.
| 2024-3471 | 813 Rak k | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain