Miftah berlari mengejar perempuan itu. Pada situasi seperti ini, tak ada peluang yang disebut kecil. Nasib seluruh perjalanan kami dipertaruhkan. Nasib bangsa dipertanggungjawabkan. Tim angklung yang paling tampil di banyak tempat. Tim angklung yang akan memperdengarkan dua lagu bangsa. Khanum bebakhsyid ujar Miftah menyela. Perempuan itu berhenti, matanya mengernyit curiga. Melihat mimik mukan…