Buku ini berisi mengenai konflik antar pemikiran dalam Muhammadiyah yang berkembang setelah ormas tersebut terlibat dalam masyumi. Pemikiran-pemikiran ini ia kategorikan menjadi tiga, yaitu revivalisme, modernisme, dan sekularisme. Lebih dari sekadar menjabarkan masing-masing pemikiran, ia juga mengulas keterkaitan pemikiran tersebut dengan kiprah politik Muhammadiyah saat itu.