Buku ini bukanlah sebuah biografi, apalagi otobiografi. Barangkali buku ini pantasnya disebut saja sebagai catatan perjalanan hidup Abdul Haris Nasution. Karena, bila biografi ataupun otobiografi biasanya ditulis “tanpa jarak” dengan sang pelaku, maka catatan tentang jenderal besar itu di buku ini kadang kala “sangat berjarak” dengan sang pelaku. Mengapa? Karena buku ini ditulis dengan …