In an epilogue to his historical account, Dr Salim observes that while the legitimacy of the military's participation in politics has remained unquestioned, new circumstances following General Sudirman's death have constantly forced it to redefine the precise nature of that participation.
Daftar isi: - Gestapu dari daulat ke pembantaian - Ke pulau Jawa menjadi seniman - Pokoknya lewat Kemayoran - "Naar Holland meneer" - Bertemu kapten Westerling di Amsterdam - Menggelinding hingga jadi doktor - Andi Muhammad Yusuf Amir menjadi panglima ABRI
buku ini berisi Tentara nasional indonesia dalam politik, Keterlibatan politik militer selama perang kemerdekaan dan dampaknya terhadap politik indonesia kontemporer, Angkatan bersenjata di bawah soeharto. Di negara modern yang demokratis, peran tentara dibatasi pada pelaksanaan perintah dibidang pertahanan nasional dan dalam keadan darurat, keamanan dalam negeri.