Catatan Pinggir merupakan kumpulan esai pendek Goenawan Mohamad yang awalnya terbit sebagai kolom mingguan di majalah Tempo. Dalam gaya tulisan yang reflektif, puitis, dan sering bersifat kontemplatif, Goenawan mengangkat berbagai isu sosial, politik, budaya, sejarah, hingga filsafat. Setiap esai berdiri sendiri, namun bersama-sama menghadirkan potret pemikiran kritis mengenai peristiwa nasiona…
Catatan Pinggir merupakan kumpulan esai pendek Goenawan Mohamad yang awalnya terbit sebagai kolom mingguan di majalah Tempo. Dalam gaya tulisan yang reflektif, puitis, dan sering bersifat kontemplatif, Goenawan mengangkat berbagai isu sosial, politik, budaya, sejarah, hingga filsafat. Setiap esai berdiri sendiri, namun bersama-sama menghadirkan potret pemikiran kritis mengenai peristiwa nasiona…
Catatan Pinggir merupakan kumpulan esai pendek Goenawan Mohamad yang awalnya terbit sebagai kolom mingguan di majalah Tempo. Dalam gaya tulisan yang reflektif, puitis, dan sering bersifat kontemplatif, Goenawan mengangkat berbagai isu sosial, politik, budaya, sejarah, hingga filsafat. Setiap esai berdiri sendiri, namun bersama-sama menghadirkan potret pemikiran kritis mengenai peristiwa nasiona…
Catatan Pinggir 3 merupakan kumpulan esai Goenawan Mohamad yang sebelumnya terbit dalam rubrik “Catatan Pinggir” di majalah Tempo. Dalam buku ini, penulis menyajikan refleksi pendek namun tajam mengenai berbagai peristiwa politik, sosial, budaya, kesusastraan, kemanusiaan, hingga filsafat.
Terdiri dari tiga edisi yakni Buku Pertama mengenai kumpulan kerja Kesusastraan, buku kedua tentang penilaian ahli ekonomi mengenai perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun tujuh puluhan dan buku ketiga buku (Politik Luar Negeri Indonesia) dituliskan anggaran dasarnya, untuk merangsang kreatif bangsa Indonesia.
Selepas jadi pemimpin redaksi majalah tempo dua periode (1971-1993 dan 1998-1999), Goenawan nyaris jadi apa yang pernah ia tulis dalam sebuah esainya: transit lounger. Seorang yang berkeliling dari satu negara ke negara lain: mengajar, berceramah, menulis. Seorang yang berpindah dari satu tempat penantian ke tempat penantian berikutnya, tapi akhirnya hanya punya sebuah Indonesia. Seperti dituli…