Buku ini ditulis oleh seorang ilmuwan politik muda ini menyimpulkan, bahwa hanya Islam saja yang bisa menawarkan alternatif bagi adanya reformasi total sebagaimana Nabi Muhammad SAW pada abad ke 6.
Buku yang ditulis oleh seorang ilmuwan politik muda, selain menguraikan kisah-kisah tragis dan banjir darah di Aceh akibat diberlakukannya status daerah operasi militer, juga menggulirkan pemikiran baru tentang konsep pembangunan di Aceh pasca DOM.