Sekian puluh tahun berlalu sudah, tetapi keadaan kita masih sama. Keliaran dan ketidakwarasan kita masih sama. Kita seolah-olah duduk di atas bom waktu yang bisa meledak kapan saja - dan sekarang pun sudah meledak. Masih adakah jalan keluar dari kekacauan ini? Dapatkan bimbingan praktis melalui latihan yang disajikan dalam buku ini. Dan lakukan "kembara ke dalam diri untuk menggapai jiwa merdeka"
Buku ini selain membahasa Pemikiran Politik Soekarno dalam melaksanakan Politik Luar Negerinya juga membahas Politik Luar Negeri Indonesia dari mulai kemerdekaan sampai dengan tahun 1965.
Buku yang dikarang oleh Dr. H.M. Ridhwan Indra,S.H., C.N. ini mengandung fakta-fakta sejarah yang penting untuk diketahui oleh setiap warga negara yang menamakan dirinya sebagai Pancasilais sejati yang ingin mengkaji masalah: apakah Bung Karno itu adalah satu-satunya penggali Pancasila atau tidak. Buku ini berusaha menetralisir pendapat Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, yang keliru: kongkretnya pe…
Berisi kumpulan 27 pidato Bung Karno tentang Islam pada tahun 1953 - 1966. Isi Pidato antara lain mengenai agama dan ilmu, Nabi dan Pembangunan, dan Islam agama yang toleran.
Buku ini mengungkapkan berbagai fakta baru mengenai Bung Karno dan peranan sejarahnya. Jelas bahwa fakta-fakta itu akan berguna bagi mereka yang ingin menilai kembali arti dan cita-cita Bung Karno.
Buku ini berkisah tentang sisi-sisi dari kehidupan Bung Karno yang tak banyak orang tahu. Seperti dokter hewan yang dikirim Soeharto untuk merawat Bung Karno? Kisah cinta Bung Karno dengan sembilan istrinya? Lima belas tahun tidak bertemu dengan ibu Fatmawati, karena ibu Fatmawati cemburu Bung Karno nikah lagi?
Buku ini mengupas tujuan Bung Karno di balik peristiwa G30S/PKI dan sekaligus membeberkan tentang siasat beliau di dalam mengalahkan PKI dan pengauh komunis internasional di bumi persada Nusantara. Di mana dengan siasat tersebut langkah beliau di dalam mengalahkan PKI dan pengaruh Komunis Internasional tidak diketahui baik oleh kawan ataupun lawan.
This short booklet appears at a time when the whole of the Indonesian people are facing matters of great import, both within and without the country, that call or undivided attention. The struggle to eliminate deficiencies in the sphere of the domestic economy and the serious contribution to the world being made by the Indonesian under the leadership of our beloved Great Leader of the Revolutio…
"Berikanlah kepadaku seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, satu juta orang tua, dan saya bisa dengan satu juta orang tua itu memindahkan gunung Semeru dari sana ke sini. Tetapi sebaliknya, berikan kepadaku seribu pemuda yang hatinya berkobar-kobar. Dengan sepuluh itu aku akan bisa menggemparkan dunia. He, pemuda dan pemudi seluruh Indonesia. Soyez plus grand que nous, jadilah lebih besar daripad…
Soekarno was born a hundred years ago, on 6 June 1901. More than anyone else, he came to embody the Indonesian struggle for independence. He proclaimed Indonesian independence on 17 August 1945 and led his country as its first president until after a coup that misfired in 1965, when he was gradually stripped of his power by his successor, the army general Soeharto. Soekarno aroused intense emot…