Buku Quo Vadis Nonblok mengupas semua aspek Nonblok sejak dari mulanya hingga sekarang ini, dan merupakan lanjutan bukunya Politik Bebas Aktif
Buku ini menghadirkan uraian ringkas namun komprehensif mengenai lima puluh pemikir utama dalam studi hubungan internasional. Melalui penjelasan konsep, kontribusi teoretis, dan pengaruh masing-masing tokoh, Martin Griffiths memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan disiplin hubungan internasional dari berbagai aliran pemikiran. Buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa, penel…
Pada tahun-tahun yang terakhir ini ramai dibicarakan masalah permainan perimbangan kekuatan pada umumnya dan permainan perimbangan kekuatan di Asia-Pasifik pada khususnya karena dianggap bahwa sistem permainan perimbangan kekuatan sedang menggantikan sistem dwipola dalam satu-dunia-fisik kita ini. Sebagai contoh dapat disebut disini karangan-karangan "The New Balance of Power in Asia and the Pa…
Buku Politik Antarbangsa dari Hans J. Morgenthau ini merupakan buku klasik bagi mereka yang pernah dan akan mempelajari politik. Buku ini mempunyai spektrum yang amat luas dan kaya, baik dari sudut sejarah, diplomasi dan contoh-contoh yang masih relevan serta mutakhir. Boleh dikatakan banyak pemimpin yang tidak luput dari membaca buku ini.
Buku Politik Antarbangsa dari Hans J. Morgenthau ini merupakan buku klasik bagi mereka yang pernah dan akan mempelajari politik. Buku ini mempunyai spektrum yang amat luas dan kaya, baik dari sudut sejarah, diplomasi dan contoh-contoh yang masih relevan serta mutakhir. Boleh dikatakan banyak pemimpin yang tidak luput dari membaca buku ini.
Buku Politik Antarbangsa dari Hans J. Morgenthau ini merupakan buku klasik bagi mereka yang pernah dan akan mempelajari politik. Buku ini mempunyai spektrum yang amat luas dan kaya, baik dari sudut sejarah, diplomasi dan contoh-contoh yang masih relevan serta mutakhir. Boleh dikatakan banyak pemimpin yang tidak luput dari membaca buku ini.
Buku ini mengkaji keadaan dan prospek hubungan internasional Utara-Selatan. Dalam analisisnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa hubungan yang ada pada dasarya bersifat eksploitatif, di mana Selatan merupakan pihak yang terus diperas. Institusi-institusi dunia, seperti Bank Dunia dan IMF, yang semula dimaksudkan untuk membantu Selatan ternyata berubah menjadi sarana eksploitasi, sehingga yang…
Dengan mengangkat isu HAM dan demokrasi, dan ter- akhir isu perang melawan terorisme, AS demikian gencar melakukan intervensi, ekspansi pengaruh hingga invasi militer ke negara-negara kecil tak berdaya semisal Afghanistan dan Irak. Petualangan politik dan kekuasaan AS di bawah kepemimpinan Presiden George W. Bush dinilai banyak kalangan telah kelewat batas.
Apakah gencatan senjata yang tercapai pada akhir 1972 betul- betul akan membawa perdamaian di Asia Tenggara pada umumnya, dan apakah semenanjung Indo-Cina tidak lagi merupakan sumber ke-tidak stabilan politik di wilayah ini? Karangan pertama menyo- roti masalah ini yang, bagaimanapun juga, akan mempengaruhi perkembangan Asia Tenggara dalam tahun-tahun mendatang ini.