“Catatan Subversif” adalah kumpulan esai Mochtar Lubis yang memuat kritik tajam mengenai kondisi politik, budaya kekuasaan, dan fenomena sosial Indonesia pada era Orde Lama dan awal Orde Baru. Melalui gaya tulisannya yang lugas dan berani, Mochtar Lubis menyoroti praktik penindasan, penyalahgunaan kekuasaan, serta berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami masyarakat. Buku ini menampilkan r…
Tahun 2008 Yayasan Pers Dr. Soetomo yang menaungi LPDS berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro (YPMA). Adinegoro (1904-1967) adalah salah seorang tokoh perintis pers Indonesia. Adinegoro yang bernama asli Djamaluddin Gelar Datuk Madjo Sutan gigih memperjuangkan pendidikan bagi insan pers. LPDS mengemban tugas pokok menyelenggarakan pendidikan di bidang jurnalistik, manajem…
Pernahkah Anda mendengar berita atau ulasan di samping ini lewat CNN, Fox News, ABC, CNBC, BBC, atau media utama barat lainnya yang umum- nya kemudian juga direlay media TV lokal di negara- negara lain, termasuk di Indonesia? Tentu saja tidak! Karena mereka hanya melaporkan berita- berita yang mengharumkan nama pemerintah AS sementara kebenaran yang barangkali akan me- ngotori citra itu disingk…
wartawan di berbagai tempat di Tanah Air, juga di ibukota Jakarta, kesulitan mendapatkan informasi dari badan-badan pemerintah, bahkan informasi tentang hal-hal yangs sifatnya sangat umum. Penelitian ISAI di enam pemerintah daerah menemukan bahwa akses terhadap informasi publik oleh wartawan tidak semudah yang dibayangkan orang. Ditulis dengan dua bahasa
Karni Ilyas, Lahir untuk Berita adalah buku yang memotret 40 tahun perjalanan karier Karni Ilyas sebagai wartawan. Mulai dari reporter di harian Suara Karya (1972-1978) hingga menjadi Direktur/Pemimpin Redaksi tvOne sejak 2008.
Cerita dimulai sekembalinya Meutya dari Aceh, meliput bencana Tsunami. Ia bersama rekannya Budiyono langsung ditugaskan meliput suasana pemilu pertama Irak setelah jatuhnya kekuasaan Saddam Hussein. Negeri Irak yang kala itu benar-benar menyedihkan, menjadi medan yang sangat berat untuk Meutya dan Budiyono dalam menjalankan tugas mereka. Bagdad yang hancur, berantakan, dan mencekam. Jalan-jalan…
Joesoef Isak adalah editor naskah-naskah Pramoedya Ananta Toer juga otak di balik respons politis yang diberikan Hasta Mitra terhadap tindakan rezim yang merepresi usaha penerbitan mereka. Sebelum ditahan, ia menjabat Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Asia-Afrika (PWAA) dan pernah menjadi Pemimpin Redaksi Koran Merdeka. Sebagai wartawan, ia bukan kategori wartawan kuli yang hanya bekerja u…