Buku ini berisikan mengenai sejarah perfilman, yang diawali terlebih dahulu dengan penjelasan bagaimana kondisi pada saat zaman perang 1942-1949, lalu dilanjutkan pada saat zaman jepang yang dimana orang-orang tidak boleh berbicara dengan Bahasa belanda. Awal mula sejarah perfilman dimulai pada saat zaman revolusi, dimana wakil kepala Nippon Eigasha, menyerahkan studio ex Multi Film kepada peme…