Kitab Salahuddin adalah memoar fiktif Sultan Saladin saat memimpin kaum muslim merebut kembali kota suci Yerusalem. Dinarasikan secara akrab, lugas dan terkadang nakal oleh seorang tokoh juru tulis rekaan, serangkaian kisah yang dilimpahi kehangatan mengalir di tiga kota utama kekhalifahan Islam pada masa itu Kairo, Damaskus, dan Yerusalem