Buku ini berisi kumpulan biografi ringkas tokoh-tokoh yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), lembaga yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang sebagai tahap awal menuju kemerdekaan Indonesia. Isi buku menyajikan latar belakang kehidupan, kontribusi, peran politik, serta pemikiran para tokoh BPUPKI dalam proses perumusan dasar negara dan persi…
Sebuah ringkasan biografis mengenai dua tokoh sentral dalam sejarah kemerdekaan Indonesia: Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Melalui penyajian yang padat dan informatif, buku ini membahas perjalanan hidup, perjuangan politik, serta peran keduanya dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Dilengkapi ilustrasi serta referensi pustaka, buku ini menjadi materi dasar yang pen…
"Menyibak Tabir WNI II: Profil Kehidupan WNI di Mindanao antara Tantangan dan Harapan" adalah sebuah studi mendalam yang bertujuan untuk memahami kehidupan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah Mindanao, Filipina. Wilayah ini dikenal dengan kompleksitas geografis, sosial, dan politiknya yang unik. Studi ini menggambarkan kehidupan kompleks WNI di Mindanao, yang dihadapkan pada be…
Buku ini berisikan tema-tema perjuangan yang dicetuskan oleh Angkatan 66 atau dikenal oleh Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) pada tahun 1965, 1966, dan 1967 yang dihimpun dan dirumuskan oleh Seminar Angkatan Darat tahun 1966 menjadi cita-cita Orde Baru. Selama kurun waktu tersebut Angkatan 66 selalu ikut mengawal dan mengoreksi perjalanan Orde Baru dengan segala suka dan dukanya hingga sekarang.
Buku ini berisi tentang keanekaragaman kegiatan yang dilakukan selama "zaman singapura" serta menggambarkan keanekaragaman para pelakunya.
Sebagian besar dari kita mungkin juga tak tahu; Bung Hatta yang dikenal teguh memegang prinsip ternyata pernah tersangkut kasus makar Sawito. Siapa pula yang menyangka; jauh sebelum populer seperti sekarang, sistem homeschooling sudah diterapkan Haji Agus Salim yang di zaman perjuangan kemerdekaan memutuskan mendidik sendiri anak-anaknya di rumah? Masih banyak sisi-sisi lain dari sejarah dan to…
Di atas peta kala yang seakan merekahkan kelopak-kelopak waktu itu, Pelras menyisipkan sejumlah detak kebudayaan Bugis yang tampak melangkahi denyut kultural Eropa yang sering dianggap berada di garis terdepan arus waktu progresif. Pelras misalnya menyajikan bagaimana kebudayaan Bugis menyediakan ruang bagi gender ketiga dan keempat (calabai dan calalai), dan bagaimana perempuan menduduki tempa…
Bangsa yang besar tak akan melupakan sejarah. Karena itu, jangan pernah melupakan sejarah. Setiap peristiwa, kesar atau kecil, yang bersentuhan dengan harkat dan martabat Bangsa Indonesia, rasanya memang selalu layak untuk dikenang. Wujud peristiwanya boleh bermacam-macam, dari kelahiran atau kematian tokoh bangsa, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, pendirian suatu organisasi, h…
Buku ini berisi rekoleksi ingatan bersejarah di Indonesia pada tahun 1965-1966 dan juga dokumen tambahan mengenai peristiwa kelam oleh Gerakan 30 September 1965.
Daftar isi: - Bagian satu sebagai sultan Pontianak - Bagian dua peranannya di masa 1945-1950 - Bagian tiga persitiwa Westerling Apra 1950 - Bagian empat peran-peran Hamengkubuwono -Bagian lima periode 1950-1966, dll.