The book "X Non-Aligned Movement Summit: Tenth Conference of Heads of State or Government of Non-Aligned Countries" is the official documentation of the 10th Non-Aligned Movement Summit held in Jakarta in 1992 and published in 1993. This book contains a series of activities, decisions, and political declarations produced by the heads of state and government of Non-Aligned Movement members in re…
Buku Sejarah, Cita-cita dan Pengaruhnya Konperensi Asia–Afrika Bandung merupakan transkripsi ceramah Dr. H. Roeslan Abdulgani, tokoh utama penyelenggaraan KAA 1955. Disampaikan pada 26 Oktober 1974 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta, ceramah ini menguraikan latar belakang lahirnya Konferensi Asia–Afrika, tujuan dan cita-cita para pendirinya, serta pengaruh KAA bagi perkembangan solidari…
Buku Negara-Negara Peserta Konferensi Asia–Afrika merupakan publikasi resmi Kementerian Penerangan Republik Indonesia yang berisi uraian ringkas mengenai negara-negara yang hadir dalam Konferensi Asia–Afrika tahun 1955 di Bandung. Buku ini menyajikan profil setiap negara peserta, termasuk struktur pemerintahan, latar belakang politik, kondisi ekonomi, serta posisi mereka dalam dinamika inte…
Buku Pernik KAA 2015 merupakan dokumentasi komprehensif mengenai serangkaian kegiatan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia–Afrika (KAA) yang berlangsung di Bandung pada tahun 2015. Disusun dan disunting oleh Ridwan Hutagalung, buku ini menampilkan liputan foto, catatan kegiatan, refleksi sejarah, serta berbagai momen penting yang menggambarkan semangat solidaritas Asia–Afrika dalam era moder…
Buku The Color Curtain merupakan reportase mendalam karya Richard Wright mengenai Konferensi Asia–Afrika 1955 di Bandung. Sebagai seorang penulis dan jurnalis internasional, Wright menyoroti suasana politik global pada masa pascakolonial, pertemuan bersejarah negara-negara Asia dan Afrika, serta dinamika sosial budaya yang ia saksikan langsung di Bandung. Melalui gaya naratif yang kuat, Wrigh…
Buku Sejarah Konperensi Asia–Afrika disusun oleh Panitia Penulisan Sejarah Diplomasi Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pendokumentasian peran Indonesia dalam diplomasi internasional. Buku ini menelusuri latar belakang, proses, dan dampak Konferensi Asia–Afrika tahun 1955, serta menempatkan KAA dalam konteks perkembangan politik global dan hubungan negara-negara Asia dan Afrika pa…
Buku Kebudajaan Asia–Afrika memuat naskah dan penjelasan resmi mengenai putusan-putusan kebudayaan yang disetujui dalam Konferensi Asia–Afrika di Bandung pada 24 April 1955. Disusun oleh Muhammad Yamin selaku Ketua Panitia Kebudajaan KAA, buku ini menjelaskan latar belakang, makna, serta arah kerja sama budaya di antara negara-negara peserta konferensi. Dokumen ini menjadi salah satu sumber…
Buku “Membangun Ingatan Bandung: Kota Konferensi Asia Afrika” disusun oleh Museum Konferensi Asia Afrika sebagai upaya mendokumentasikan peran Kota Bandung dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955. Buku ini menyajikan narasi sejarah, foto arsip, dokumentasi bangunan bersejarah, serta aktivitas diplomasi yang menjadikan Bandung sebagai pusat solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika…
Buku ini menggambarkan perjalanan sejarah dan dinamika politik internasional dari Konferensi Asia–Afrika di Bandung hingga terbentuknya Gerakan Non-Blok yang mencapai puncaknya pada Konferensi Havana. Melalui figur-figur penting dunia seperti Nehru, Tito, Soekarno, Bandaranaike, dan Nasser, buku ini menelusuri gagasan anti-kolonialisme, solidaritas negara-negara berkembang, dan upaya mencipta…
It seems like you might be referring to the Asia-Africa Conference, also known as the Bandung Conference. This historic event took place in Bandung, Indonesia, from April 18 to April 24, 1955. The conference was a significant gathering of leaders from Asian and African countries who sought to promote cooperation and solidarity among newly independent nations in Asia and Africa. The conference w…