Mengingat bahwa buku ini ditulis berdasarkan catatan harian beliau dan komentar berbagai surat kabar nasional pada masa itu maka buku ini seolah- olah merupakan rekaman ulang sebuah realitas politik yang amat mencekam saat itu. Meskipun demikian sisi-sisi kelembutan, ditengah-tengah ketegasan sikapnya, seorang anak bangsa yang bernama B. J. Habibie sangat jelas tergambarkan pula di dalam buku…
sebuah buku otobiografi tentang kegelisahan seorang Sulastomo yang pada tanggal 6 Agustus 2000 genap berusia 62 tahun. Berbeda dengan sistema- tika buku-buku otobiografi selama ini, penyusunan buku ini unik.
Indonesia was in a parlous condition in 1998. Only a few years earlier, in of the Third World's the mid-1990s, it had often been portrayed as one of success stories.¹ President Soeharto's military-backed New Order was certainly authoritarian but it had underwritten political stability for almost three decades since the bloody upheaval surrounding the collapse of President Soekarno's Guided Dem…
Buku ini merefleksikan kandungan emosional seorang Wiranto yang kaya kisah, blak-blakan, tapi tidak menyerang orang lain sehingga tetap simpatik dan argumentatif. Ditulis dengan nada lugas tapi tetap elegan, adakalanya diselingi selera humornya, dan dilengkapi informasi yang kaya dan eksklusif, buku ini memperlihatkan posisi strategis Wiranto--meminjam istilah Prof. Taufik Abdullah--"at the jun…
Suharto was one of the world's most enduring rulers - some say dictators. If he was a dictator, he was in many respects a benevolent one. He offered Indonesia a deal by which personal freedoms were restricted in return for a share in economic advancement.
Buku ini berisi tentang : Bab I Peristiwa 12 mei 1998 - Krisis - Aksi mahasiswa Bab II Masyarakat berkabung - Reaksi publik - Ppemberian gelar "Pahlawan Reformasi" Bab III Profil empat korban - Elang Mulia Lesmana Bab IV Pahlawan reformasi - Antara tokoh dan pahlawan - Mahasiswa sebagai pahlawan
Munculnya Supersemar, yang memberi wewenang sangat besar kepada Soeharto, diakui atau tidak, merupakan salah satu fase gelap dalam sejarah kita. Sebagian menganggapa bahwa peristiwa itu adalah kudeta terselubung yang dilakukan oleh Soeharto, dengan dukungan Angkatan Darat, kepada Pesiden Soekarno. Sebagian menganggap bahwa Supersemar adalah keharusan karena, bagaimanapun, Soekarno telah menempu…
Naiknya Habibie menjadi Wakil Presiden pada Maret 1998, tidak bisa lepas dari andil Prabowo. Pada 1988, dia bersama Kivlan Zen telah terlibat dalam gerakan menolak Jenderal L.B. Moerdani untuk maju sebagai Wakil Presiden, dan mendukung kelompok Habibie. Tapi, tidak lama setelah menggantikan kursi Soeharto, Habibie merasa cemas akan adanya kudeta yang dilakukan oleh Prabowo.
As I look forward to many more years of serving our country and people in a private capacity, I take comfort in the realization that the goal of sustainable development and poverty elimination lies within reach of each and every Filipino. Rich and poor, plain citizens and public servants, young and old, have the capacity to move our country forward in spite of short-term inadequacies and outsid…
Walk through the 100 years of the Philippine presidency form Aguinaldo's four-phased administration to the economic turnaround of the Ramos tenure and the ascension by folk hero Estrada to the millennial presidency. A centennial book with a history flavor unlike before. Read, for the first time, the insights of authors into the lives of twelve men and a woman who defined the contours of the Phi…