Pepatah ini sangat pas menggambarkan hubungan yang terbangun antara layanan perpustakaan dan para pengguna. Nah, bagaimana cara layanan perpustakaan dapat “dikenal” oleh para pegawai di lingkungan Kementerian Luar Negeri, khususnya para peserta pelatihan?
Jawabannya ada di “Sesi Kenalan” fasilitas dan layanan pendukung pembelajaran yang telah disediakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Luar Negeri.
Sesi kenalan ini merupakan bagian dari rangkaian pengenalan program pelatihan yang dilaksanakan bagi tiap peserta pelatihan berjenjang, seperti Sesparlu dan Sesdilu. Dalam sesi tersebut, peserta pelatihan dibekali dengan cara memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran seperti akses katalog digital perpustakaan, bacaan digital serta berbagai sumber informasi baik secara langsung maupun daring. Melalui kesempatan tersebut, peserta pelatihan dibekali dengan kemampuan literasi informasi yang dapat bermanfaat selama proses pembelajaran.


Jadi tidak perlu heran jika para peserta pelatihan akan sayang (baca: memanfaatkan) layanan perpustakaan ada. Para peserta memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai salah satu ruang belajar yang pastinya nyaman. Di samping itu, para pustakawan juga siap sedia memberikan asistensi bagi para peserta pelatihan terkait kebutuhan informasi terkait isu-isu yang dibahas selama pelatihan berlangsung.