Text
Segregasi, kekerasan, dan kebijakan rekonstruksi pasca-konflik di Ambon: Program sistem nasional pemantauan kekerasan (SNPK) the habibie center (THC)
Berdasarkan data Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK) (2002-2012), di antara lima provinsi yang pernah mengalami konflik komunal (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah), Maluku cenderung memiliki intensitas konflik kekerasan yang cukup tinggi. Secara khusus, menurut data SNPK, Kota Ambon masih menjadi wilayah dengan akumulasi angka konflik kekerasan tertinggi pada periode Februari 2002 hingga Desember 2012. Selain itu, berbeda dengan daerah pasca-konflik lain, di mana konflik kekerasan telah mengalami transformasi ke bentuk yang baru, di Ambon konflik berbasis identitas (identity-based conflict) tetap dominan. Penguatan identitas ini dirasakan semakin nyata apabila dilihat dari fenomena segregasi secara fisik dan sosial di antara pihak-pihak yang berlainan identitas.
| 0325-2014 | 303.6 Ans s | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain