Text
Arit dan bulan sabit: Pemberontakan komunis 1962 di Banten
Di samping bulan sabit, bintang Soviet akan menjadi lambang pertempuran besar..." - Tan Malaka Dua kali dalam abad ini rakyat Banten bangkit memberontak terhadap mereka yang mereka anggap sebagai penindas. Pada kedua kesempatan tersebut, pimpinan pemberontakan sebagian besar bersifat religius namun pada saat yang sama mengumumkan kepada semua orang bahwa itu adalah Komunis. Pimpinan revolusioner berhasil menggambarkan ideologi mereka sebagai masa lalu dan masa depan. Pada tahun 1926 dan sekali lagi pada tahun 1945, pemberontakan akan menjadi pertanda kebebasan dari penjajahan dan fajar era baru keadilan sosial dan kesejahteraan. Ini adalah tema-tema yang familier dari pemberontakan yang diilhami Komunis, tetapi para revolusioner Banten juga menggali jauh ke dalam sejarah masa lalu mereka untuk menyatakan bahwa munculnya pemberontakan Komunis juga akan mengarah pada pemulihan Kesultanan Banten.
| PMKAA01108 | 324.254 982 WIL a | Museum KAA (Indonesia) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain