Text
Biografi politik: Imam Khoemeini
Perjuangan sedianya memerlukan tiga prasyarat utama: pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan. Inilah, paling tidak, yang terlihat jelas dari sosok Imam Ayatullah Khomeini (1902-1989) ketika berjuang melawan rezim Dinasti Pahlevi.
Sebelum akhirnya berhasil memimpin revolusi yang menggulingkan Shah Pahlevi, Ayatullah harus keluar dari Iran dan hidup di pengasingan. Bahkan nyawanya diancam rezim yang berkuasa. Tapi, sang Imam tetap sabar dan teguh pada keyakinannya. Bahwa perjuangan Syiah harus dipimpin oleh Ayatullah. "Mengubah kepada kebenaran adalah ia lebih tidak bermoral dari penindasan itu sendiri," ujar Ayatullah yang memang memiliki kepedulian mendalam terhadap nasib kaum tertindas, baik di negaranya sendiri maupun ditempat-tempat lain.
Terlepas dari kontroversi yang kemudian mengelilinginya, Ayatullah Khomeini tetaplah salah seorang tokoh besar di abad ini. Kendati ia menganut sebuah mazhab yang berbeda dari mainstream di dunia Islam, namun pengaruhnya melampaui batas-batas negara dan mazhabnya sendiri.
| PMKAA00407 | 923.2955 SIH b | Museum KAA (Iran) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain