Text
Irak dalam lukisan
Irak, yang dahulu terkenal dengan nama Mesopotamia, me-miliki kebudayaan tertua di dunia. Di daerah inilah terjadi peris-tiwa banjir besar zaman Nabi Nuh. Di daerah ini pertama kali ditemukan pemakaian roda dan bajak atau luku, serta permulaan pemikiran tentang matematika. Dua kebudayaan agung. Assiria dan Babilon, menghasilkan di daerah ini Menara Babil yang terkenal dan Kebun Bergantung Babilon. Di sini pula pendongeng agung, Scheherazade, mendongengkan ceritera "Seribu Satu Ma-lam" yang kemudian diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa. Berbagai-bagai kerajaan dan kebudayaan saling berkembang dan tenggelam. Berbagai-bagai bangsa memainkan peranan penting seperti bangsa Sumer, Persia, Yunani, Rum, Arab, Turki dan Inggeris.
Pada waktu sekarang Irak berdiri di ambang pintu perubahan besar. Sejak memperoleh kemerdekaannya dalam tahun 1932, Irak mencari jalan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, dan dengan penuh semangat mengayunkan langkah ke depan, ke zaman baru. Irak termasuk salah satu negara, yang punya minyak bumi berlimpah-limpah. Dari uang masuk hasil minyak, Irak menyisihkan 70% guna membiayai pembangunannya. Meski-pun penduduk masih ada yang miskin, meskipun sangat banyak kesulitan yang harus diatasi, tetapi Irak yang begitu kaya bumi-nya menghadapi masa depan yang cemerlang.
| PMKAA00326 | 956.7 TEN I | Museum KAA (Iraq) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain