Text
Kultur Cina dan jawa : Pemahaman menuju asimilasi kultural
Membahas perbedaan budaya serta proses asimilasi antara masyarakat Jawa dan Tionghoa. Kebudayaan Tionghoa dibentuk oleh ajaran Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme yang memengaruhi cara berpikir, pola hidup, dan interaksi sosial. Kedua budaya memiliki banyak kesamaan nilai, seperti pandangan tentang hakikat hidup yang penuh perjuangan, pentingnya hidup selaras dengan alam, sikap tolong-menolong, keinginan akan perdamaian, etika moral, kecenderungan memilih jalan tengah, kepercayaan pada hal mistis, serta praktik perjodohan. Kesamaan nilai-nilai ini mempermudah terjadinya asimilasi. Namun, terdapat perbedaan penting, terutama dalam nilai hormat, etos kerja, dan pandangan tentang perkawinan. Pada masyarakat Tionghoa, hormat didasarkan pada usia dan hubungan keluarga, sedangkan pada masyarakat Jawa berdasarkan status sosial. Etos kerja Tionghoa berorientasi pada keluarga, sementara pada masyarakat Jawa kurang jelas. Perkawinan pada budaya Tionghoa berorientasi keluarga, sedangkan pada budaya Jawa lebih bersifat personal.
| PMKAA00043 | 303.482 HAR k | Museum KAA (Indonesia) | Tersedia |
| PMKAA00044 | 303.482 HAR k | Museum KAA (Indonesia) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain