Text
Bersaksi di tengah badai: Dari catatan Wiranto Jenderal Purnawirawan
Buku ini merefleksikan kandungan emosional seorang Wiranto yang kaya kisah, blak-blakan, tapi tidak menyerang orang lain sehingga tetap simpatik dan argumentatif. Ditulis dengan nada lugas tapi tetap elegan, adakalanya diselingi selera humornya, dan dilengkapi informasi yang kaya dan eksklusif, buku ini memperlihatkan posisi strategis Wiranto--meminjam istilah Prof. Taufik Abdullah--"at the juncture of history" (di persimpangan sejarah), terutama saat-saat menjelang dan setelah berhentinya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Ia juga menguak beberapa peristiwa penting pada masa transisi Pemerintahan B.J. Habibi dan K.H. Abdurrahman Wahid yang hingga kini masih dianggap kontroversial.
| 2024-3653 | 920 Azh b | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain