Text
Islam negara & civil society: Gerak dan pemikiran Islam kontemporer
Gerakan dan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari isu dan wacana mengenai hubungan agama dan negara. Sejak akhir dasawarsa 1930-an isu itu mengemuka dan memicu polemik kalangan Islam versus kalangan nasionalis. Puncaknya adalah pertikaian di Majelis Konstituante (1956-59) antara kelompok muslim yang memperjuangkan Islam sebagai dasar negara melawan kelompok nasionalis sekular yang menghendaki Pancasila sebagai dasar negara. Preseden di Konstituante yang gagal itu telah menimbulkan keretakan hubungan Islam dan negara sejak saat itu hingga masa-masa berikutnya. Inilah yang mengundang sejumlah pemikir untuk mencari penyelesaian atas masalah tersebut.
| 0206-2012 | 297.09 Kom i | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain