Text
Media-militer-politik: Crisis communication: Perspektif Indonesia dan internasional
Dalam buku ini, 19 kontributor dari Indonesia, Jerman, Sri Lanka, Filipina dan Australia membahas hubungan yang kompleks antara "segitiga Setan" media, politik dan militer. Pertanyaan- pertanyaan yang hendak dijawab adalah: Apa hasil dari riset terhadap crisis communication serta perspektif dalam riset tersebut? Pendekatan teoretis manakah yang digunakan untuk menggambarkan peran media dalam memecahkan konflik dan krisis? Bagaimana hubungan antara media dan sistem politik yang mempengaruhi komunikasi tentang krisis? Apa sumbangan militer apa untuk mencegah krisis, bagaimana pandangan publik terhadap perubahan yang terjadi dalam tubuh angkatan bersenjata Bagaimana dan bagaimana seharusnya jurnalisme meliput konflik dan krisis?
Buku ini adalah kelanjutan dari simposium "Crisis Communication and Democracy" yang diselenggarakan di Jogjakarta pada bulan Oktober 2001. Pada acara itu, sekitar 150 cendekiawan dan praktisi mendiskusikan kontribusi komunikasi terhadap pemecahan krisis.
| 2024-3115 | 070.44932 Isp m | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain