Text
Japan aftershock : Kisah-kisah berani menghadapi tsunami
Di satu sisi, kita turut bersimpati dan berduka atas bencana dan banyaknya korban yang meninggal serta hilang saat bencana. Namun di sisi lain, bencana tersebut telah menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat Jepang adalah masyarakat yang unggul, tabah, memiliki etos yang tinggi.
Namun, bencana gempa bumi dan tsunami 11 Maret 2011, sungguh berbeda. Mereka berdua dan jutaan penduduk Jepang lainnya dipaksa menghadapi kenyataan. Hempasan tsunami memporak-porandakan berbagai infrastruktur dan membuat ribuan nyawa melayang. Jepang dilanda kepanikan.
Hani kemudian menjadi relawan di lokasi pengungsian prefektur Saitama. Ia bertugas menerima pasokan bantuan dan mendistribusikannya. Tak ada waktu luang untuk bersantai. Ia dihadapkan pada ribuan pengungsi yang harus segera ditanganinya. Di sisi lain, Junanto turut membantu para staf KBRI Tokyo yang saat itu sedang menangani upaya pemulangan WNI yang terkena bencana. Ia juga membantu menyebarkan informasi kepada berbagai pihak tentang kondisi di Jepang, khususnya saat terjadi krisis nuklir Fukushima.
Buku ini mengajak kita untuk ikut merasakan betapa mencekamnya bencana tsunami yang menimpa Jepang saat itu. Buku ini juga mengajak kita menyerap nilai-nilai masyarakat Jepang atas bencana yang menimpa mereka. Alih-alih terus mengeluh dan memohon bantuan, rakyat Jepang memiliki semangat yang luar biasa untuk bangkit.
| 2024-2164 | 920 Yam j | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain