Text
Bencana finansial: Stabilitas sebagai barang publik
Dunia tak pernah sepi dari berbagai gejolak dan krisis. Apalagi pada periode pasca-liberalisasi sektor finansial yang terjadi pada 1980-an yang memunculkan hegemoni finansial. Tiga arus besar, yaitu liberalisasi finansial di tingkat global, deregulasi pada level nasional, serta inovasi produk-produk finansial pada level korporasi, berujung pada tingginya instabilitas finansial. Oleh karena itu, stabilitas finansial menjadi hal yang begitu penting bagi kehidupan bersama. Dia telah menjadi "barang publik"
Buku ini mengulas berbagai fenomena krisis di dunia. Mulai dari krisis "Tulip Mania" (1636-1637), Depresi Besar (1930), Krisi di Asia (1997-1998), hingga krisis Subprime Mortgage di AS (2007-2008). Dampak dan nilai pembelajarannya bagi Indonesia diuraikan dengan lengkap. Selain itu buku ini juga dapat membantu kita memahami fenomena finansial global dan bagaimana menyikapinya.
| 2024-1872 | 332 Pra b | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain