Text
Perundingan internasional bidang permukiman: Perspektif Indonesia atas implementasi habitat agenda
Permasalahan permukiman tidak dapat dilepaskan dari pembangunan yang kurang memperhatikan aspek ekologi dan sosial. Pada satu sisi, pembangunan memang telah meningkatkan angka pertumbuhan, namun pada sisi lain ternyata belum mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat di perkotaan dan pedesaan. Selain diakibatkan oleh pembangunan yang belum terintegrasi dengan aspek keberlanjutan, masalah permukiman juga disebabkan oleh bencana alam dan konflik. Hal ini diperburuk oleh lemahnya komitmen internasional dalam membantu pembangunan permukiman khususnya di negara miskin dan berkembang.
Di tengah keterbatasan sumber daya dan perbedaan visi yang masih ada, pengembangan kerjasama internasional merupakan langkah yang layak ditempuh untuk membahas dan menyelesaikan masalah-masalah permukiman. Dalam kaitan dengan hal tersebut, Konferensi PBB mengenai permukiman (United Nations on Human Settlements/Habitat II) di Istanbul pada tahun 1996 bisa menjadi tonggak sejarah dari upaya internasional dalam menemukan suatu formula baru dalam menyelesaikan permasalahan di atas, yaitu menjamin ketersediaan permukiman yang layak untuk semua lapisan masyarakat dan pengembangan permukiman yang sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable human settlements development).
| 2024-1423 | 363.5 Sut p | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain