Text
Terorisme dan perang intelijen: Behauptung ohne beweis (dugaan tanpa bukti)
Pasca Perang Dingin memicu perkembangan gerakan terorisme di muka bumi akhir-akhir ini, hampir di seluruh negara telah mengalami ancaman dan korban akibat kebiadaban teroris.
Indonesia pasca reformasi merupakan wilayah geografis yang sangat strategis untuk dijadikan media oleh kelompok- kelompok jaringan teroris guna menyampaikan pesan, maraknya bom yang terjadi di Indonesia membuat bingung dan tidak siapnya aparat pemerintah dalam menangani kasus ini, terlebih perangkat hukum, dan definisi teror masih belum jelas, sehingga sangat sulit untuk mengungkap teroris yang beroperasi di Indonesia.
Buku ini merupakan salah satu bentuk pemikiran ilmiah melalui proses data analisis intelijen dan pengalaman penulis yang selama menjabat sebagai Direktur BAKIN. Karya ini sangat penting untuk ditelaah dan dapat membangun dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap ancaman keutuhan suatu bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, ideologi, dan persatuan yang selama ini dibangun melalui perjuangan yang panjang.
Buku ini sangat dibutuhkan sebagai referensi maupun wacana bagi semua kalangan, baik aparat pemerintah, tokoh - masyarakat, dan pemuda, guna mendapatkan suatu gambaran pemikiran tentang masalah - terorisme yang merupakan musuh bersama yang perlu diwaspadai sepanjang masa.
| 2024-0389 | 363.325 Man t | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain