Text
Indepedensi Bank Indonesia dalam kemelut politik
Bangsa Indonesia telah lama menantikan lahirnya sebuah bank sentral yang independen. Terutama ketika Orde Baru berkuasa, karena pada saat itu terjadi banyak distorsi dalam pengelolaan BI. Ketika UU No. 23/1999 lahir banyak harapan terhadap independensi BI. Sayangnya independensi itu kembali diobok-obok pemerintah yang diawali dengan konflik antara Presiden Abdurrahman Wahid dengan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin. Belakangan konflik itu berubah menjadi upaya untuk mengubah sistem dengan melakukan amandemen UUBI. Semua upaya tersebut tidak terlepas dari keinginan presiden untuk menempatkan orangnya di dalam BI. Jika hal itu terjadi, maka BI akan menjadi "mesin uang" kekuasaan. Bagaimana nasib BI selanjutnya? Buku ini mengulas seputar hal tersebut.
| 2024-0041 | 332.11 Rah i | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain