Text
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Kawasan Amerika dan Eropa: Amerika Serikat, Belanda, Jerman dan Swiss
Dampak pandemi COVID-19 sempat melumpuhkan hampir semua sistem kehidupan, termasuk aspek pelayanan kesehatan. Hal tersebut menuntut perlunya upaya membangun sistem ketahanan kesehatan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, agar lebih siap menghadapi kemungkinan ancaman pandemi serupa di masa depan. Reviu Kebijakan Mandiri (RKM) ini disusun dalam upaya penguatan diplomasi kesehatan sebagai salah satu prioritas diplomasi Indonesia, sekaligus kinerja Kementerian Luar Negeri, guna memberikan rekomendasi strategi kebijakan pada tatanan nasional, bilateral, regional, dan multilateral. Penguatan diplomasi kesehatan nasional diperlukan dalam rangka mendukung upaya kemandirian kesehatan nasional melalui peningkatan kerja sama internasional di bidang kesehatan berdasarkan kepentingan nasional. Adapun negara mitra yang menjadi fokus kajian/reviu kebijakan adalah Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Swiss. Mengingat kerja sama Indonesia dan negara-negara tersebut tidak terlepas dari lingkup interaksinya dengan kawasan dan global, reviu kebijakan ini juga menyinggung relasinya dengan strategi di tingkat kawasan dan global. Secara umum, alur pembahasan RKM terbagi menjadi 4 (empat) tahapan, yaitu: (1) identifikasi mitra potensial; (2) identifikasi bentuk kerja sama; (3) identifikasi peluang dan tantangan; dan (4) perumusan rekomendasi strategi kebijakan luar negeri Indonesia. Identifikasi mitra potensial dilakukan dengan menggunakan kategorisasi parameter 3 (tiga) potensi kerja sama yaitu: least likely, moderate, dan least likely. Selanjutnya, Reviu Kebijakan disusun menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), untuk menentukan rekomendasi strategi kebijakan dan metode analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, and Environment) sebagai salah satu kerangka analisis yang sifatnya tidak kaku dalam penggunaan parameternya. Pengumpulan data primer dalam Reviu Kebijakan ini dilaksanakan melalui beberapa Focus Group Discussion (FGD) dan Diskusi Terbatas (Distas) termasuk Pertemuan Kelompok Ahli (PKA), diadakan sebanyak 4 (empat) kali yang seluruhnya diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN).
| Digital File0002 | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain