Text
Jenderal tanpa pasukan politisi tanpa partai: Perjalanan hidup A.H Nasution
Buku ini bukanlah sebuah biografi, apalagi otobiografi. Barangkali buku ini pantasnya disebut saja sebagai catatan perjalanan hidup Abdul Haris Nasution. Karena, bila biografi ataupun otobiografi biasanya ditulis “tanpa jarak” dengan sang pelaku, maka catatan tentang jenderal besar itu di buku ini kadang kala “sangat berjarak” dengan sang pelaku. Mengapa? Karena buku ini ditulis dengan semangat “mencari tahu” apa saja yang dilakukan Nasution sepanjang sejarah negeri ini dan mencari “alasan” mengapa Nasution melakukannya. Misalnya, mengapa Nasution mencetuskan konsep Dwifungsi ABRI atau mengapa Nasution tak mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Soekarno ketika “pamor” Pemimpin Besar Revolusi itu runtuh setelah peristiwa 30 September 1945.
| 2024-3665 | 923.5 Pra j | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
| PMKAA01479 | 923.5 PRA j | Museum KAA (Indonesia) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain