Text
Gus Dur militer dan politik
Persoalan hubungan sipil-militer masa reformasi yang paling penting dan patut untuk dijadikan kajian maupun bahan penelitian adalah di era kepemimpinan Abdurrahman Wahid yang berlangsung tidak lebih dari 20 bulan, dari November 1999 hingga Juli 2001. Bukan saja karena terdapatnya sejumlah kebijakan penting yang dihasilkan dalam rangka penegakan supremasi sipil, keberhasilan militer Indonesia melakukan konsolidasi internal, ataupun hubungan sipul (presiden Abdurrahman Wahid) dengan militer yang dipenuhi dengan "ketegangan". Lebih dari itu, militer Indonesia memiliki peranan yang cukup signifikan bagi naik dan turunnya Abdurrahman Wahid dari kursus kepresidenan RI keempat.
| 1608-2004 | 320.959 Har g | Perpustakaan Diplomasi (koleksi umum) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain