Text
Jangan bunuh Obama!
Pemilihan Presiden AS 2008 berpeluang menjadi tonggak sejarah. Itu karena ke- munculan Barack Obama sebagai kandidat kuat presiden. Jika Obama campuran kulit hitam-kulit putih terpilih, untuk pertama kalinya Amerika Serikat memiliki presiden kulit berwarna. Terlebih lagi, Obama punya latar belakang keluarga yang terkait dengan Islam. Namun, belum lagi dia terpilih, kekhawatiran akan upaya pembunuhannya telah muncul. Banyak kelompok dengan terang-terangan menunjukkan permusuhannya terhadap Obama: kaum rasis kulit putih, lobi Israel, kelompok neokonservatif, dan Kristen sayap kanan. Nobelis Sastra Doris Lessing pun menyuarakan kekhawatirannya akan nyawa Obama. Pemerintah AS juga memberikan pengawalan agen khusus bagi Obama jauh lebih awal ketimbang calon-calon presiden lainnya. Akankah kekhawatiran itu terbukti? Apa pun hasilnya, pemilihan presiden kali ini akan menjadi batu ujian bagi pluralisme dan toleransi di AS.
| 1013-2014 | 973 Aks j | Perpustakaan Diplomasi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain