Buku Politik Antarbangsa dari Hans J. Morgenthau ini merupakan buku klasik bagi mereka yang pernah dan akan mempelajari politik. Buku ini mempunyai spektrum yang amat luas dan kaya, baik dari sudut sejarah, diplomasi dan contoh-contoh yang masih relevan serta mutakhir. Boleh dikatakan banyak pemimpin yang tidak luput dari membaca buku ini.
Buku Politik Antarbangsa dari Hans J. Morgenthau ini merupakan buku klasik bagi mereka yang pernah dan akan mempelajari politik. Buku ini mempunyai spektrum yang amat luas dan kaya, baik dari sudut sejarah, diplomasi dan contoh-contoh yang masih relevan serta mutakhir. Boleh dikatakan banyak pemimpin yang tidak luput dari membaca buku ini.
Buku ini mengkaji keadaan dan prospek hubungan internasional Utara-Selatan. Dalam analisisnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa hubungan yang ada pada dasarya bersifat eksploitatif, di mana Selatan merupakan pihak yang terus diperas. Institusi-institusi dunia, seperti Bank Dunia dan IMF, yang semula dimaksudkan untuk membantu Selatan ternyata berubah menjadi sarana eksploitasi, sehingga yang…
This book comes out of papers and comments presented during the international conference on The Future of the Non-Aligned Movement held by CSIS 16-17 June 1992, and it reflects the interests and aspirations of the participants. The conference was attended by participants from Non-Aligned countries - India, Indonesia, Yugoslavia, Pakistan, Ghana, Cyprus, Malaysia, Vietnam and Egypt.
Buku ini diharapkan berguna bagi masyarakat luas dan pemikmat masalah-masalah internasional, khususnya para peminat hubungan luar negeri Indonesia
Papers presented at the 5th Asian Security Conference organized by Institute for Defence Studies and Analyses; New Delhi, India
This assessment of EU foreign policy looks beyond the Common Foreign and Security Policy and the European Security and Defence Policy to also analyse foreign policy developed through other EU pillars. The coverage includes the EU's relations with the US, Russia, China and Islamism
Since the sudden disappearance of the Soviet Union, many scholars have argued that the balance of power theory is losing its relevance. This text examines this viewpoint, as well as looking at systematic factors that may hinder or favour the return of balance of power politics
The disappearance and formation of states and nations after the end of the Cold War have proved puzzling to both theorists and policymakers. Lars-Erik Cederman argues that this lack of conceptual preparation stems from two tendencies in conventional theorizing. First, the dominant focus on cohesive nation-states as the only actors of world politics obscures crucial differences between the state…
Dalam rangka menganalisa perkembangan politik internasional dan dampaknya bagi politik luar negeri Indonesia, yang menjadi fokus utama buku ini, pembahasan diawali dengan melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada pasca Perang Dingin dan bagaimana hal itu mempengaruhi konstelasi politik internasional.