Pada edisi Kedua, buku ini mengalami sedikit penyesuaian sejalan dengan tuntutan reformasi yang kemudian melahirkan berbagai perubahan yang cukup mendasar di dalam sistem ketatanegaraan kita, terutama pada UUD 1945.
Istilah sekularisasi dalam buku ini senyatanya diperlakukan sebagai istilah konseptual, bukan teknis semata. Hal ini akan dijabarkan secara panjang lebar pada bagian lain dari buku ini. Indonesia sendiri memang tidak pernah menahbiskan diri sebagai negara sekuler seperti Turki. Wacana tentang sekularisme juga tidak menjadi diskusi yang populer di kalangan para pendiri Republik. Hal ini sangat j…
Buku ini menjelaskan tentang dinamika mensinergikan 12 stakeholder yang mempunyai tugas di bidang keamanan dan keselamatan laut sesuai dengan amanat Perpres No. 81 Tahun 2005 tentang Pemben- tukan Bakorkamla. Proses mensinergikan ini menggiring penulis un- tuk berkreasi menemukan metode-metode baru dalam pelaksanaan menjaga lautan Nusantara antara lain dimulainya era pengawasan per- airan Indon…
Contents: 1. Gus Dur 2. Habibie's transition government 3. The Presidential bid 4. A puzzling new government 5. Prominent political figures 6. Economic constraints 7. Political forces ; Their strength and significance, etc.
Kontroversi adalah kata yang seolah-olah telah menjadi bagian keberadaan Gus Dur dalam setiap kiprahnya. Apakah kontroversi itu akan Anda temukan dalam kumpulan pemikiran dalam buku ini? Jawabannya hanya akan Anda temukan setelah menyimak lebih dalam serta saksama satu persatu pemikiran tokoh kita ini. Apakah Gus Dur semacam misteri atau manusia yang tidak terjangkau oleh rasionalitas? Di ka…
This annual volume brings to the public the most accurate, complete, and timely information on the work of the United Nations. Designed to serve international affairs scholars and concerned citizens alike, each volume of Issues offers a comprehensive overview of the many and disparate activities of the entire U.N. system over the course of a year, placing them in the context of ongoing events. …
Buku ini menggambarkan perjalanan dan peran penting para kepala perwakilan diplomatik dan konsuler Republik Indonesia selama periode tahun 1991-1992. Melalui analisis dan narasi mendalam, buku ini membawa kita melintasi berbagai sudut dunia yang menjadi tempat tugas diplomatik mereka. Dengan fokus pada dua tahun tersebut, buku ini mengungkap dinamika hubungan internasional yang memengaruhi kebi…
Buku ini berisi tentang festival KIAS yang erat kaitannya dengan diplomasi kebudayaan, serta program KIAS. Sebagai realisasi dari diplomasi kebudayaan maka diselenggarakan festival kebudayaan indonesia di Amerika Serikat (KIAS) 1990-1991
Normalisasi Hubungan Diplomatik antara Republik Indonesia (RI) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRC) adalah peristiwa sejarah penting dalam diplomasi internasional. Artikel ini menyajikan abstrak tentang proses normalisasi ini, bersama dengan kerja sama yang muncul setelah normalisasi dan tantangan-tantangan yang terkait. Normalisasi hubungan diplomatik antara RI dan RRC terjadi pada tahun 1990 se…
Contents: 1. Dispute settlement and decolonization 2. Arms control and disarmament 3. Economics and development 4. Global resource management 5. Human rights and social issues 6. Lega issues 7. Finance and administration.