This work by the influential contemporary Islamic thinker, Ayatullah Morteza Motahhari (1920–1979), addresses the crucial and often contested relationship between Islam and the modern world. Motahhari seeks to articulate a dynamic, comprehensive, and rational understanding of religion, particularly Islam, as a force for both spiritual and societal progress, effectively countering the dual cha…
Pakistan's Islamic Bomb deeply analyzes Pakistan's efforts to develop nuclear capabilities in the 1970s, particularly after its defeat in the 1971 war and the loss of Bangladesh. Palit and Namboodiri outline the geopolitical background, strategic competition with India, and the internal political dynamics that led to the development of this nuclear program. With a strong analytical approach, th…
Buku ini menyajikan biografi komprehensif Umar bin Khattab, menggambarkan perjalanannya dari masa jahiliyah, masuk Islam, hingga menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar. Haekal mengeksplorasi peran penting Umar dalam memperkuat struktur kekhalifahan, memperluas wilayah Islam melalui penaklukan, dan membangun sistem pemerintahan yang adil. Selain itu, buku ini menganalisis pemikiran sosial, ijt…
Buku Kepahlawanan Khalid bin Walid menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan militer Khalid bin Walid, salah satu panglima terbesar dalam sejarah Islam. Dijuluki Pedang Allah (Saifullah), Khalid dikenal karena kecerdasan strategi, keberanian luar biasa, serta kepemimpinan yang membawa kemenangan dalam berbagai pertempuran penting pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin. Buku ini …
This volume provides an in-depth examination of the status and evolution of Islam in Brunei Darussalam during the period of governance by His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah. It details how the Sultan, who is both the Head of State and the Head of Islam, has actively shaped and promoted the official policy of Malay Islamic Monarchy (MIB), which underpins the country's…
Islam di Brunei Darussalam Zama British (1774 -1984) menyorot kedudukan Brunei sebagai sebuah kesultanan Melayu Islam yang besar berakhir dengan rasminya apabila bersetuju untuk bernaung di bawah kuasa british pada tahun 1888. Semenjak itu wilayah Sabah dan Sarawak yang di bawah kuasa Brunei ke wilayah itu juga turut terhenti.
Islam has officially been in Brunei' since about the fourteenth century AD. The first Brunei ruler to embrace Islam was Awang Alak Betatar, after his marriage to a princess of Johor (Old Singapore), in circa 1368 AD by assuming the title of Sultan Muhammad Shah. In the 'Salasilah Raja-Raja Brunei' (The Genealogy of the Kings of Brunei) by Datu Imam Yaakub it is mentioned that.
Islam secara resmi telah masuk di Brunei sejak sekitar abad ke-14 Masehi. Penguasa Brunei pertama yang memeluk agama islam adalah Awang Alak Betatar, setelah menikah dengan seorang putri dari Johor (Singapura Lama), pada sekitar tahun 1368 Masehi dengan gelar Sultan Muhammad Shah. Dalam 'Salasilah Raja-Raja Brunei' (Silsilah Raja-Raja Brunei) oleh Datu Imam Yaakub disebutkan demikian.
Since September 11, Al Qaeda has been portrayed as an Islamist front united in armed struggle, or jihad, against the Christian West. However, as the historian and commentator Fawaz A. Gerges argues, the reality is rather different and more complex. In fact, Al Qaeda represents a minority within the jihadist movement, and its strategies have been vehemently criticized and opposed by religious na…
Buku ini berisi: Bagian 1: Penaklukan, Titik Krusial Hubungan Antaragma Bagian 2: Pengusiran< Agma Privat versus Agama Publik Bagian 3: Abad Penemuan, Jalan Pencerahan?