uku ini memungkinkan pembaca melihat Kartini bukan sekedar sebagai pahlawan nasional, melainkan sebagai intelektual wanita yang menulis secara personal: merekam pergulatan batin, kritik sosial, harapan, dan idealisme tentang kebebasan, pendidikan, dan martabat manusia. Surat-surat itu juga menunjukkan kompleksitas identitas pribumi dalam menghadapi modernitas, kolonialisme, dan tradisi adat.