Dalam naskah Matinya Toekang Kritik, Agus Noor menginterpretasikan sosok tukang kritik yang akan dibutuhkan sepanjang massa seperti yang dilontarkan Mochtar Pabottinggi dalam sosok Raden Mas Suhikayatno, seorang tukang kritik kondang pada zamannya. Hidup di tiap zaman. Tapi ia kini kesepian dan dilupakan orang. Satu-satunya teman hanyalah Bambang, pembantu setianya. Dari namanya saja kita tahu …